Kawa Village
Google Ads mengambil bottom of funnel lewat intent beli, bukan istilah kategori. Meta bekerja di sekelilingnya: retargeting lintas channel dari trafik Google, dan cold audience dari lookalike 1% berbasis survei, bukan minat generik.
Agency terbaik di Jogja bukan yang timnya paling besar atau yang paling lama berdiri. Yang menentukan hasil adalah siapa yang benar-benar pegang akun Anda hari ke hari, seberapa jelas laporan yang Anda terima, dan apakah biaya yang Anda bayar sebanding dengan spend yang dikelola.
DIFŌUMA menjawab tiga hal itu sebagai satu operator. Dimas Yudha Pratama yang mengaudit akun Anda adalah orang yang sama yang menjalankannya setiap hari, bukan tim junior yang mengambil alih setelah pitch selesai.
Enam pertanyaan di bawah bisa Anda ajukan ke agency mana pun di Jogja, termasuk ke DIFŌUMA, dan semuanya bisa dijawab sebelum kontrak ditandatangani. Kalau sebuah agency tidak mau menjawab salah satunya secara spesifik, itu sudah jawaban.
| Kriteria | Agency dengan tim | DIFŌUMA |
|---|---|---|
| Siapa yang pegang akun Anda | Account manager sebagai penghubung, eksekusi harian diserahkan ke tim junior | Dimas Yudha Pratama, langsung, satu orang |
| Biaya | Paket bulanan tetap, angkanya jarang dipublikasikan | Retainer minimum Rp 2.500.000 per bulan, lalu 10% dari ad spend |
| Minimum ad spend | Sering tidak ada, jadi akun kecil dan akun besar dapat porsi perhatian yang sama | Rp 25.000.000 per bulan |
| Laporan | Ringkasan bulanan, biasanya setelah bulannya lewat | Satu dashboard yang selalu hidup, satu panggilan setiap minggu |
| Produksi konten harian | Tim desain dan videografer in-house, bisa syuting rutin di lokasi | Tidak ada. Konsep, brief UGC, dan variasi iklan dikerjakan; kru produksi harian tidak |
| Cakupan klien | Semua jenis bisnis | Ecommerce dan hospitality. Di luar itu dirujuk ke tempat lain |
Baris kelima: Baris produksi konten harian adalah baris yang DIFŌUMA kalah, dan itu ditulis di sini supaya Anda tidak menemukannya sendiri di bulan kedua. Kalau kebutuhan utama Anda adalah konten harian dan syuting rutin, agency dengan tim produksi memang jawaban yang lebih tepat.
Hampir setiap agency yang muncul untuk pencarian ini memakai bukti yang sama: jumlah orang di tim, jumlah tahun berdiri, jumlah brand yang pernah ditangani. Ketiganya adalah kredensial perusahaan. Tidak satu pun dari ketiganya adalah kredensial hasil.
Tim yang besar memang menyelesaikan sesuatu, dan pada volume tertentu memang dibutuhkan. Yang tidak dijawab oleh angka itu adalah pertanyaan yang sebenarnya Anda tanyakan: siapa yang membuka Ads Manager akun Anda Senin pagi, dan sudah berapa lama orang itu melakukannya.
Pertanyaan penggantinya cukup satu kalimat. Minta nama orang yang akan mengerjakan akun Anda, lalu minta satu akun lain yang pernah dia pegang sendiri. Halaman tentang kami tidak menjawab itu, dan pitch deck juga tidak.
Retainer minimum Rp 2.500.000 per bulan, lalu 10% dari ad spend yang dikelola. Di spend minimum Rp 25.000.000 per bulan, kedua angka itu bertemu di titik yang sama, jadi Rp 2.500.000 adalah lantainya dan bukan harga perkenalan yang naik setelah tiga bulan.
Minimum spend Rp 25.000.000 per bulan bukan filter status. Di bawah angka itu, biaya pengelolaan memakan porsi hasil yang terlalu besar untuk masuk akal bagi Anda, dan itu lebih baik dikatakan sekarang daripada di bulan keempat.
Struktur akun, tracking, feed produk, dan library kreatif dibaca dulu sebelum ada yang diubah.
Struktur baru dan pengukuran yang bisa dipercaya. Bagian ini selesai sebelum spend dinaikkan, bukan sesudah.
Spend naik selama efisiensinya bertahan, dan berhenti naik ketika tidak.
Satu dashboard yang bisa Anda buka kapan saja, dan satu panggilan setiap minggu.
Rincian tiap layanan ada di halaman layanan DIFŌUMA
Bagian ini menyaring lebih banyak calon klien daripada yang ditariknya, dan itu memang tujuannya.
Tiga akun di bawah dipilih karena kedekatannya dengan pembaca halaman ini: satu klien di Yogyakarta, satu di Bali, dan satu portfolio luxury lintas APAC. Dua di antaranya dikerjakan sebagai DIFŌUMA, dan satu tidak. Bedanya ditulis di setiap kartu.
Google Ads mengambil bottom of funnel lewat intent beli, bukan istilah kategori. Meta bekerja di sekelilingnya: retargeting lintas channel dari trafik Google, dan cold audience dari lookalike 1% berbasis survei, bukan minat generik.
Ad set dipecah per kategori treatment supaya tiap treatment punya budget dan angkanya sendiri, bukan bersaing dalam satu kantong. Targeting dipindah dari radius regional yang luas ke titik-titik tempat pembelinya benar-benar berada di Bali.
Kontrol geografis dan audiens yang sangat ketat di Meta dan Google Ads, dipasangkan dengan rotasi kreatif otomatis. Efisiensi naik tanpa melonggarkan pagar brand yang justru menjadi produknya.
Dua dari tiga akun di atas dikerjakan sebagai DIFŌUMA: Kawa Village di Yogyakarta dan Soma di Bali. Angka Hermès dicapai Dimas Yudha Pratama saat bekerja di Acronym, dan itu tertulis di kartunya sendiri, bukan di catatan kaki. Setiap studi kasus di situs ini menyebut tempat pekerjaan itu diselesaikan. Agency lain memasang logo klien tanpa keterangan itu, dan Anda berhak menanyakannya ke siapa pun yang sedang Anda pertimbangkan.
Sebelas akun lainnya ada di halaman studi kasus DIFŌUMA
Di DIFŌUMA, retainer minimum Rp 2.500.000 per bulan lalu 10% dari ad spend yang dikelola, dengan minimum spend Rp 25.000.000 per bulan. Angka di pasar Jogja bervariasi luas karena sebagian besar agency tidak mempublikasikan harganya, jadi bandingkan bukan hanya angkanya tetapi juga apa yang termasuk di dalamnya dan siapa yang mengerjakannya.
DIFŌUMA beroperasi dari Yogyakarta dan melayani klien di Indonesia serta APAC. Tidak ada kantor yang bisa didatangi, karena tidak ada tim yang duduk di dalamnya. Pertemuan berjalan online, dan percakapan sehari-hari lewat WhatsApp.
Karena yang hilang di model tim biasanya bukan kapasitasnya, melainkan siapa yang bertanggung jawab. Orang yang mengaudit akun adalah orang yang membangunnya, menjalankannya, dan menjawab ketika angkanya turun. Konsekuensinya nyata dan disebutkan di halaman ini juga: tidak ada produksi konten harian dan tidak ada jawaban 24 jam.
Audit selesai di minggu pertama sampai kedua, struktur dan pengukuran dibangun ulang di minggu ketiga sampai keenam, dan spend baru dinaikkan mulai bulan kedua selama efisiensinya bertahan. Akun dengan tracking yang rusak butuh lebih lama, karena bagian itu dikerjakan lebih dulu.
Sebagian, dan bedanya ditulis terbuka. Kawa Village di Yogyakarta dan Soma Aesthetics & Longevity Club di Bali adalah engagement DIFŌUMA. Angka Hermès dicapai Dimas Yudha Pratama saat bekerja di Acronym. Setiap studi kasus di situs ini mencantumkan tempat pekerjaan itu diselesaikan, termasuk yang bukan milik DIFŌUMA.
Paid social, paid search dan shopping, creative dan CRO, serta data dan analytics. Bagian data dikerjakan lebih dulu, karena setiap keputusan setelahnya mewarisi kesalahannya.
Teardown 30 menit atas akun yang sedang berjalan. Tanpa deck, tanpa pitch.